image

Naskah di bawah ini merupakan
saduran dari kisah sebenarnya
seorang ibu rumah tangga, yang
merupakan pengalaman dari para ibu
rumah tangga yang saya kumpulkan
sejak tahun 1980 dalam satu buku
berjudul “Benang Merah”.”Percayakah
kau bahwa dalam kehidupan
seseorang disadari atau tidak dia pasti
pernah mempunyai suatu fantasi
mengenai kehidupan seksualnya”,
kata suamiku pada suatu saat ketika
kami sedang bermesraan di tempat
tidur. “Aku tidak mengerti
maksudmu?” jawabku. “Begini..
apakah dia itu seorang pria atau
seorang wanita, apakah dia dalam
status sebagai seorang suami atau
sebagai seorang istri, suatu ketika dia
akan pernah mengkhayal atau setidak-
tidaknya pernah mempunyai suatu
ungkapan imajinasi mengenai
keinginan seksualnya yang dia
harapkan”, kata suamiku selanjutnya.
“Ooo.. maksudmu suatu khayalan
mengenai keinginan seksual?” “Ya..!”
“Mungkin saja ada..” “Kalau begitu
apabila boleh aku tahu, apa yang
menjadi fantasimu?” “Ah, aku tidak
pernah merasa mempunyai fantasi
mengenai itu” “Nah, itulah
masalahnya.. kau bukan tidak
mempunyai fantasi tetapi tidak
menyadari adanya fantasi tersebut.
Seperti yang aku katakan tadi fantasi
tersebut sebenarnya terdapat pada
semua orang, perbedaannya
hanyalah disadari atau tidak adanya
fantasi tersebut oleh seseorang itu”
“Tetapi aku memang tidak pernah
merasa atau memikirkan hal itu,
apalagi mengkhayalkannya!” “Boleh
saja seseorang mengatakan bahwa
dia tidak mempunyai suatu fantasi
seksual, akan tetapi hal ini bukan
berarti dia tidak dapat berfantasi.
Hanya saja ungkapan-ungkapan apa
yang menjadi imajinasinya serta
bagaimana dia mewujudkan
fantasinya, antara satu orang dengan
lainnya akan sangat berbeda. Hal ini
tergantung dari pengaruh sifat
pribadi, taraf tingkat hidupnya, serta
latar belakang pengalaman dan
pendidikannya serta lingkungan sosial
di sekitarnya.” “Misalnya apa..?” “Ya,
misalnya contoh yang paling umum
bagi setiap orang, dia selalu
mempunyai idola mengenai type
lawan jenisnya” “Ah, itu kan biasa,
apalagi untuk anak-anak muda. Kalau
sekarang sih bukan waktunya lagi”
“Tapi hal itu tidak terbatas pada saat
remaja saja. Bisa saja secara tidak
disadari hal itu terjadi sampai
seseorang itu sudah dalam kehidupan
perkawinan. Misalnya.. mungkin saja
suatu saat seseorang mempunyai
pikiran atau bayangan bagaimana
kiranya kalau melakukan hubungan
seks dengan orang yang menjadi idola
kita, mungkin dia seorang bintang film
atau penyanyi pop yang menjadi
pujaan kita. Atau secara umum bagi
wanita senang apabila suaminya
memakai kumis, atau celana jeans.
Demikian juga bagi pria, misalnya
senang apabila istrinya berambut
panjang atau memakai gaun warna
tertentu” “Ah kau tambah
membingungkan saja.. hal itu kan
memang wajar-wajar saja apabila
seseorang mempunyai anggapan
seperti itu” “Memang betul sekali..
karena fantasi seksual itu memang
suatu yang wajar. Adanya suatu
fantasi seksual dalam diri seseorang
menurut Dr Andrew Stanway, seorang
pakar seksualogi dalam bukunya, “The
Joy Of Sexual Fantasy” adalah
merupakan suatu hal yang normal.
Fantasi seksual menurut dia adalah
merupakan suatu bagian yang
kompleks dari pengalaman seseorang,
akan tetapi memang oleh kebanyakan
ahli masih mempertanyakan apakah
fantasi tersebut merupakan bagian
dari suatu mimpi atau merupakan
bagian dari suatu pengalaman nyata.
Fantasi seksual secara umum
berfungsi untuk menyalurkan
keinginan alam bawah sadar seksual
seseorang menjadi suatu kenyataan
dalam suatu bentuk yang dapat
diterima. Fantasi seksual secara tidak
langsung sebenarnya juga merupakan
salah satu mekanisme pembangkit
gairah seksual seseorang, karena
fantasi seksual menyalurkan sejumlah
besar informasi yang tersembunyi di
antara alam sadar dan alam bawah
sadar seseorang yang berhubungan
dengan kegairahan seksnya. Oleh
karena itu kadangkala fantasi seks
tersebut dapat secara tiba-tiba
melanda diri seseorang. Apabila hal
tersebut terjadi maka secara tidak
disadari seseorang akan mencari
penyaluran sampai kepada batas-
batas alam kesadarannya. Oleh
karena itu pula sangatlah penting bagi
kita untuk menyadari dan memahami
adanya fantasi tersebut sehingga
dapat menyalurkannya sampai kepada
batas-batas alam kesadaran kita
secara lebih terarah.. kalau tidak
mungkin saja seseorang itu akhirnya
bertindak yang aneh-aneh””Eh tiba-
tiba kok kau jadi seorang ahli
psikologi, dalam masalah seksualogi
lagi, kapan kau belajarnya?” “Kapan
aku belajarnya itu tidak penting.. yang
penting sekarang mau tidak kau
mengatakan atau mengingat-ingat
kira-kira apa yang menjadi fantasimu?”
“Begini saja.. sekarang kau saja
dahulu yang mengatakan apakah kau
juga mempunyai fantasi tersebut, kau
ingin berhubungan seks dengan
siapa? Nah ayo katakan!” “Eh, jangan
marah dulu, ya tentunya ada fantasiku
itu tapi bukan seperti apa yang kau
katakan!” “Jadi seperti apa?” “Kalau
aku katakan apakah kau tidak terus
marah?” “Mengapa harus marah!”
“Baiklah.. memang selama ini aku
merasakan adanya suatu fantasi seks
yang membayang dalam diriku, akan
tetapi fantasi seks yang kurasakan
merupakan sebuah fantasi yang ganjil
dan luar biasa”, kata suamiku.
Kemudian dia diam sejenak. “Ayo
katakanlah.. aku akan
mendengarkannya, apa yang kau
maksud dengan ganjil dan luar biasa!”
desakku agak penasaran. “Yah karena
fantasi yang kurasakan mungkin akan
sangat sulit di pahami karena berkisar
kepada masalah hubungan seks
antara kau sebagai istriku dengan laki-
laki lain sebagai pihak ketiga..” “Aku
tidak jelas akan maksudmu?” “Begini
secara jelasnya.. fantasi tersebut
berupa suatu keinginan dalam diriku
bahwa aku ingin sekali menyaksikan
istriku melakukan hubungan badan
dengan laki-laki lain!” “Apa..! Aku
harus melakukan hubungan seks
dengan laki-laki lain?!” “Ya kira-kira
begitu! Apakah hubungan itu
dilakukan hanya oleh kau berduaan
saja dengan laki-laki lain tersebut dan
aku hanya ikut menyaksikannya, atau
hubungan seks tersebut dilakukan
bersama-sama secara bertiga, yaitu
antara kamu dengan laki-laki lain itu
dan aku sendiri secara bergantian,
atau paling tidak aku ingin melakukan
hubungan seks dengan kau sebagai
istriku sambil disaksikan oleh laki-laki
lain” “Memang aneh kedengarannya..
dan siapakah laki-laki lain yang kau
maksudkan itu?” “Siapa saja.. asal
sehat dan kau senang menerimanya”
“Ah, itu fantasi gila namanya!”
jawabku agak terhenyak. “Nah,
katanya kau tidak akan marah tapi
sekarang marah”, kata suamiku.
“Bagaimana tidak akan marah.. hal itu
kan tidak mungkin.. bayangkan saja
apa kata orang kalau mereka tahu aku
melakukan hubungan seks dengan
laki-laki lain!” “Ya jangan sampai
orang tahu..” “Oke, taruhlah orang
tidak tahu, tapi kita kan terlibat dalam
suatu lembaga yang disebut lembaga
perkawinan.” “Ya betul, memangnya
kenapa?” “Kau tahu tidak apa artinya
itu? Yaitu dimana hubungan seks
dengan orang lain di luar pasangan
dalam perkawinan kita dianggap
sebagai suatu penyelewengan, apalagi
kalau itu dilakukan oleh seorang
wanita yang berstatus sebagai istri,
maka hal ini akan dianggap suatu
kesalahan yang sangat besar sekali!”
“Justru itulah sekarang aku bertanya
kepadamu, karena aku tahu hal itu
sangat susah untuk diwujudkan kalau
hanya aku saja yang berkeinginan,
akan tetapi sebaliknya hal itu tentu
juga sangat mudah dapat dilakukan
apabila kita berdua sepakat. Nah,
kalau kesepakatan ini ada, maka hal
ini berarti juga tidak ada
penyelewengan!” “Tidak ada
penyelewengan yang bagaimana
maksudmu?!” “Ya sebagaimana yang
kau katakan tadi!” “Aku tidak mengerti
maksudmu?” “Begini, kita harus lihat
dahulu apa sih definisi dari suatu
penyelewengan, yaitu suatu
perbuatan yang menyimpang dari
suatu tujuan atau maksud. Jadi
penyelewengan dalam perkawinan
artinya juga suatu perbuatan yang
menyimpang dari suatu tujuan atau
maksud dalam perkawinan. Karena
dalam perkawinan itu terlibat
kepentingan dari dua orang maka
pengertian penyelewengan dalam
perkawinan dapat diartikan sebagai
suatu perbuatan pengkhianatan, yaitu
perbuatan yang dilakukan oleh salah
satu pasangan hidupnya secara diam-
diam tanpa diketahui apalagi disetujui
oleh pasangan lainnya.” “Jadi apa
hubungannya dengan yang kau
maksudkan tidak ada penyelewengan
di sini?” “Ya seperti yang aku katakan
tadi, bahwa untuk melaksanakan
fantasiku itu, aku telah sepakat dan
bahkan telah memberikan izin
kepadamu sebagai suami untuk
melakukan hubungan seks dengan
orang lain, jadi sudah barang tentu
unsur penyelewengan tadi tidak
berlaku lagi karena kita sama-sama
menyetujui, bahkan dengan restu
suami!” “Nah, sekarang kau juga telah
jadi pokrol bambu! Bikin argumentasi
seenaknya saja! Masalahnya kan
bukan sampai disitu saja, tapi ada
konsekwensi yang lain, terutama
untuk aku!” “Misalnya apa?” “Taruhlah
aku mau melakukan hal itu, maka ada
suatu konsekwensi yang akan aku
tanggung, yaitu apabila terjadi sesuatu
hal terhadap perkawinan kita dan
terjadi perpecahan, maka kau akan
dapat saja berkata kepada orang lain
bahwa hal itu disebabkan karena
kesalahan dariku. Kau dapat saja
mengatakan aku telah menyeleweng
berkali-kali dengan laki-laki lain dan
orang lain tidak akan

Tentang az09az

kumpulan cerita sex

Satu tanggapan »

  1. dony mengatakan:

    buat cwe atau tante2 makassar yg butuh kepuasan hub. dony 082346536401

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s