image

Pagi ini aku duduk didepan rumah ketika tiba tiba
liwat didepanku Siska, seorang cewek yang
bekerja sebagai penjual kosmetik disebuah
supermarket. Ia tersenyum manis melihatku, aku
hanya bisa mengangguk saja ketika ia
menyapaku. Padahal sebenarnya aku sangat
tertarik sekali kepadanya. Siska benar benar
cewek yang seksi sekali, badannya tidak terlalu
tinggi, tetapi kulitnya putih dan montok.
Keberaniannya untuk memakai rok mini membuat
aku selalu ingin mengetahui apa yang ada dibalik
roknya yang sangat minim itu. Namun semuanya
hanya menjadi lamunanku saja, karena selama ini
kami hanya bertegur sapa dijalan saja. Namun
saat ini , ketika isteriku tidak dirumah dan
keadaan benar benar sepi, keberanianku
mendadak muncul. Saat itu Siska yang sudah
berjalan agak jauh melewati rumahku aku kejar
dan aku panggil, dia menoleh. Mulanya dia agak
ragu, namun ketika aku memanggilnya lagi, ia
segera kembali dan mendatangi aku. Didepan
pintu pagar ia bertanya sopan ..ada apa Oom,
kok tumben manggil.
Aku hanya tersenyum dan membalasnya, kamu
mau masuk kerja ya, kok udah rapi jam berapa
sih masuknya…mampir dulu dong. Saat itu
memang dia sudah sangat rapi dan cantik sekali,
wajahnya yang putih tidak terlalu kena makeup
namun justru memancarkan keseksiannya
sebagai akibat dari rok mini serta blouse yang
dipakainya. Dia tersenyum dan mengatakan kalau
memang dia berangkat agak pagi karena mau
mampir kerumah temannya untuk suatu
keperluan. Aku mempersilahkan dia masuk dan
dia menurut saja, bahkan dia tanya…Ibu
dimana…kok sepi… Aku jawab dengan ringan
kalau isteriku sedang keluar kota. Kulihat dia
hanya mengangguk angguk saja, kugiring dia
duduk diteras samping rumahku yang lebar dan
rimbun itu. Kita duduk disini saja ya, biar santai,
sambil saya ganti pakaian dulu.
Dia segera duduk disofa sambil tangannya
meraih majalah yang ada disitu. Aku jadi agak
senang, karena majalah yang diraihnya itu adalah
majalah porno yang aku dapat dari luar negeri.
Didalam aku segera mengganti piyamaku dengan
kaos dan celana pendek tanpa celana dalam,
karena aku berniat memanfaatkan saat ini untuk
menikmati keseksiannya. Ketika aku keluar, kulihat
dia masih asyik memperhatikan majalah porno
itu, dari belakang kuperhatikan gambar apa yang
menjadi perhatiannya, ternyata gambar cewek
yang sedang dijilati nonoknya. Dengan bergaya
tidak tahu aku segera duduk didepannya. Siska
tertawa menyeringai sambil berkata : “aduh Oom
majalahnya kok serem sekali ya”. Aku tidak
menanggapi, tetapi aku hanya tersenyum saja.
Aku membuka omongan dengan menanyakan
dimana dia bekerja sebenarnya, lalu produk apa
saja yang kira kira bisa aku pakai dari omong
omong itu aku tahu kalau dia bekerja di Sarinah
dicounter kosmetik mahal untuk pria . Dalam
sekejap aku sudah menghabiskan uang 800 ribu
untuk memesan kosmetik pada dia. Siska sangat
senang karena aku demikian boros
membelanjakan uangku untuk kosmetik itu, entah
disengaja entah tidak, duduknya mulai tidak rapi
sehingga pahanya agak renggang. Saat itu aku
sekilas melihat celana dalamnya yang berwarna
kuning, kontolku langsung bergetar karena
pemandangan yang sekilas itu.
Ketika kurasakan sudah cukup aku membuat dia
masuk dalam pengaruhku, akupun mulai
melaksanakan jebakan yang aku rencanakan tadi.
“Siska, kamu suka berenang nggak ? Dia
menjawab spontan..suka sekali Oom kenapa ya ?
Aku menjawab lagi, enggak Oom punya baju
renang yang bagus sekali yang Oom beli di
Amerika, tetapi Tante tidak berani memakainya,
kamu mau ya ? Mau saja Oom, asalkan tante
nggak marah kan?” Aku segera mengambil
pakaian renang yang aku maksudkan itu,
memang aku pernah membeli beberapa baju
renang yang seksi dan aku berikan kepada
beberapa kenalanku yang berani memakainya,
saat ini aku masih mempunyai beberapa buah
dan aku pilih yang paling seksi buat Siska.
Meskipun pakaian renang ini bukan bikini, tetapi
potongannya benar benar akan membuat tubuh
yang memakainya jadi menonjolkan keseksiannya.
Ketika kutunjukkan pada Siska, matanya berbinar
binar.. aduh Oom bagus sekali ya, tetapi ini pasti
mahal sekali harganya. Aku hanya mengangguk
kataku, biar mahal kalau yang memakai pantas
kan jadi tambah bagus. Kalau Siska nggak
keberatan, Oom kepengen lihat Siska pakai
pakaian renang ini mau kan ?
Siska pertamanya agak ragu ragu mendengar
tawaranku itu, tetapi akhirnya dia bertanya,
dimana saya bisa ganti Oom. Disini saja diruang
tamu, aku sengaja menunjuk kedalam ruang
tamuku. Oom tunggu disini ya katanya. Aku hanya
mengangguk dan Siska masuk keruang tamuku
untuk mencoba pakaian renang itu. Aku menahan
diriku untuk tidak masuk kedalam melihat Siska
ganti, karena aku kuatir dia lepas dari
perangkapku itu. Dengan hati berdebar debar
aku menunggunya keluar, namun ternyata ia
tidak kunjung keluar juga. Tiba tiba kudengar
Siska memanggilku…Oom , Oom kesini saja Siska
malu keluar. Aku tergesa gesa masuk keruang
tamuku. Kulihat pakaian Siska bergeletakan
dilantai sementara tubuhnya sudah dibalut
pakaian renang yang aku berikan itu. Benar
benar pas buat Siska, buah dadanya yang besar
itu menggantung manja dibalik pakaian renang
itu dan dari samping sebagian buah dadanya
menyembul keluar. Secara tiba tiba Siska
mengangkat kedua tangannya untuk
membetulkan letak rambutnya yang kacau, saat
itu aku melihat kerimbunan bulu ketiaknya.
Kontolku langsung ngaceng penuh melihat ketiak
Siska ini, Tetapi aku masih coba menahan
nafsuku dulu, dengan tenang kutarik ia keluar
ruang tamuku agar keluar keteras. “Disini lebih
jelas Siska, kan pakaian renang memakainya
diluar ruangan bukan didalam”. Ia hanya tertawa
tetapi menurut saja ketika kutarik itu. Diluar
kubiarkan ia berdiri sambil bersandar ditembok
sementara mataku menatap keindahan tubuhnya
yang hanya dilapisi pakaian renang itu.
Ternyata pakaian renang itu tidak dapat
menyembunyikan pentil susu Siska yang tampak
menonjol itu dan juga potongannya yang berani
menyebabkan sebagian bulu kemaluan Siska
yang hitam keriting itu keluar disisi paha tanpa
disadari oleh pemiliknya. Aku tertawa sambil
berkata, aduh Siska..bulumu luar biasa
ya..sampai keluar semua tuh ! Siska agak terkejut
dan melihat kearah yang kutunjuk, tangannya
berusaha menutupi bagian itu tetapi aku segera
mendekatinya dan kupegang bahunya sambil
bertanya lagi. Memangnya lebat ya Sis kok
sampai keluar semua. Siska menjawab enteng
juga, “habis pakaian renangnya seksi sih jadi ya
mestinya dicukur sedikit biar nggak keluar
semua”.
Aku bilang pada Siska : “Sudah Sis sana kamu
ganti saja dengan pakaianmu sendiri”. Kalau tadi
aku tidak mengikuti ketika Siska mencoba pakaian
renang, saat ini aku ikut masuk dan
menunggunya ganti. Siska berkata..”lho Oom
kenapa kok disini..Oom keluar dulu dong Siska
mau ganti” katanya manja. Aku diam
saja..”sudahlah apa bedanya telanjang dengan
pakai pakaian renang ini, toh Oom sudah bisa
membayangkan didalamnya”. Siska memang
berani sambil menyeringai dia segera melepas
pakaian renang itu semuanya sehingga tubuhnya
jadi telanjang bulat. Mataku terbelalak melihat
buah dadanya yang montok dan bulu jembutnya
yang lebat itu, benar benar diluar ukuran, super
lebat dan gondrong. Aku sudah tak tahan lagi
dengan sigap aku berdiri dan mendekati Siska,
kuremas susunya dan kucium bibirnya. Siska
hanya pasrah saja, tanpa tunggu komando lagi
celanaku langsung kupelorotkan dan kusuruh
Siska memegang kontolku.
Siska langsung menggenggamnya dengan halus,
aku yang sudah bernafsu segera menarik Siska
pelan pelan kesofa sambil tetap berciuman dan
Siska masih menggenggam kontolku. Ketika aku
sudah berhasil duduk disofa, kusuruh Siska
duduk dipangkuanku dan kuselipkan kontolku
dibibir nonoknya. Dengan sekali tekan, kontolku
amblas diliang nonok Siska. Ternyata Siska
memang betul betul sudah nggak perawan, tetapi
nonoknya masih terasa seret.. mungkin masih
jarang dipakai. Gerakan pantat Siska cepat sekali
naik turun sementara ia mencium dan memeluk
aku erat erat. Kurasakan hangatnya liang nonok
Siska yang masih peret itu, geseran buah
dadanya didadaku membuat aku makin bernafsu.
Merasakan ganasnya Siska yang menduduki
kontolku, aku kuatir kalau aku akan cepat ambrol,
dengan tergesa gesa kudorong Siska sehingga ia
berdiri dan terlepaslah kontolku dari liang
nonoknya. Aku mendudukkan dia diatas sofa dan
kuangkat kakinya keatas sehingga membuat
nonoknya terkuak lebar dengan bibirnya yang
berwarna merah muda sudah mulai berkilat oleh
lendir dari nonoknya sendiri. Langsung saja
lidahku menjilati itil Siska yang membengkak
seperti kacang tanah itu. Siska menggeliat sambil
merintih, jembutnya yang lebat kusisihkan
kesamping sehingga lidahku makin leluasa
menyusuri tepi bibir nonok Siska untuk kemudian
ujung lidahku kumasukkan keliang nonoknya
yang menganga itu. Siska betul betul tidak tahan
dengan jilatanku ini, tangannya meremas remas
susunya sendiri, sedang mulutnya merintih rintih.
Ketika kulihat lendir nonok Siska sudah
membanjir, aku berdiri untuk segera
menyetubuhi Siska, saat itu tiba tiba saja Siska
menangkap kontolku dan langsung
dimasukkannya kedalam mulutnya, dihisapnya
kontol

About az09az

kumpulan cerita sex

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s