image

Cerits sex
Nama-ku Bambam, semenjak berumur empat
tahun aku diangkat anak oleh keluarga keturunan
Chinese karena ibuku yang adalah pembantu
keluarga mereka meninggal akibat kebocoran
gas, sedangkan ayahku yang tidak bertanggung
jawab telah pergi meninggalkannya sejak aku di
kandungan ibuku, bahkan melihat wajahnya pun
aku tidak pernah.
Keluarga ibuku di kampung terlalu miskin sampai
mengurus keluarga mereka pun sulit sehingga
keberatan menerimaku. Untunglah keluarga
majikan ibuku cukup baik dengan mengangkatku
sebagai anaknya, mereka sangat menyayangiku
namun semenjak kelahiran anak perempuan
mereka perlahan namun pasti perhatian dan
kasih sayang mereka kepadaku mulai berkurang,
nama anak perempuan mereka Feby, perhatian
mereka yang berlebih kepada Feby membuat
Feby tumbuh menjadi seorang gadis yang tinggi
hati.
Jika ada masalah orang tuaku selalu
memenangkan Feby dan menyalahkanku. Oleh
karena Orang tua angkatku sibuk berbisnis
mereka tidak memperhatikan perkembangan Feby
yang semakin hari semakin buruk dan walaupun
aku berusia lebih tua dibandingkan usia Feby
tetapi Feby tidak memandang sebelah mata
kepadaku. Hal ini terus berlanjut sampai Feby
berusia 15 tahun dan aku berusia 18 tahunan,
Feby duduk di kelas 3 SMP sedangkan aku duduk
dikelas 3 SMU.
Feby kini tumbuh menjadi seorang gadis yang
benar benar cantik dan bodynya benar benar
membuat jantung-ku selalu berdetak dengan
kencang. Sedangkan aku sendiri tidak ada
bedanya dengan pembantu seperti kedua orang
tua kandungku.
Hari itu benar benar cerah dan aku mendengar
langkah Feby yang baru pulang sekolah , seperti
biasanya Feby melepas sepatunya dengan
sembarangan dan juga kaus kakinya dengan
sembarangan dilemparkan entah kemana “Heh!!!
Bambam beresin tuh , aku mau isitirahat
dibelakang jangan berani ganggu!!!” Feby
membentakku Aku dengan tenang membereskan
sepatu dan kaus kaki Feby , semula jika Feby
melakukan hal seperti itu aku selalu kesal namun
kini aku tidak merasa kesal lagi kepada Feby,
karena aku mengetahui rahasia Feby , bahkan
Orang tua Feby tidak mengetahui rahasia ini.
Aku tahu bahwa sebentar lagi Feby akan
mempertontonkan sesuatu yang bisa membuatku
terhibur dengan perlakuannya yang memang
benar benar kasar. Rahasia kecil Feby : gadis itu
suka membaca majalah dewasa yang entah
didapatkannya dari mana dan hal ini cuma aku
saja yang tahu ! tapi ini cuma rahasia kecil masih
ada rahasia yang lebih besar. Rahasia ini rahasia
istimewa dengan pemeran utama wanitanya
Feby , Feby lebih asik dan wah ketimbang pemain
Film Blue.
Setelah selesai membereskan sepatu Feby aku
cepat cepat menyelinap kebelakang, dan aku
segera mengambil tempat biasa dibalik pohon
besar yang ada dikebun belakang rumah itu.
Aku menanti dengan sabar dan aku melihat
pemeran utama wanita sudah mulai kelihatan,
Feby kulihat memeriksa keadaan sekeliling dan
aku menggeser posisi-ku sehingga tidak kelihatan
oleh Feby, setelah yakin aman kulihat Feby duduk
dengan santai dibangku kebun sambil membuka
sebuah majalah kesukaannya , sambil duduk Feby
semakin mengangkangkan pahanya , hal ini tentu
saja membuat mataku melotot melihat isi rok
seragam feby dan kini Wow Feby membuka
kancing bajunya satu persatu sehingga mataku
semakin terbuka lebar melihat tingkah laku Feby
yang semakin membuatku terangsang , Feby
mulai meremas remas buah dadanya sendiri ,
tiba tiba aku-pun berpikir mungkin hal ini yang
membuat buah dada dan body Feby semakin
menggiurkan.
Aksi Feby semakin meningkat ia menarik kain
segitiganya dan gilanya tangan Feby mulai
mengusap ngusap dengan lembut daerah
kemaluannya dan aku mendengar Feby
mendesah desah dengan hebat “Ahh…
hhhhsshh!” Feby mengeliat geliat perlahan dan
tubuh Feby tampak mengejang dengan kencang
selanjutnya terkulai lemas, aku melihat sesuatu
meleleh dari milik Feby. Aku bertanya – tanya
kenapa Feby enggak menyuruhku untuk
membersihkan cairan putih kental yang pasti
terasa enak dimulut-ku, kalau aku disuruh Feby
aku pasti bersedia membersihkan daerah vagina
Feby dengan lidahku sampai benar benar bersih.
Setelah selesai Feby dengan tenang bangkit dan
merapikan pakaiannya, kemudian ia berlalu
menuju kamarnya yang terletak dilantai dua.
Rahasia Feby yang satu ini yang paling asik dan
paling ku sukai, bisa dibilang aku adalah satu –
satunya orang yang mengetahui peristiwa hebat
yang sudah dilakukan oleh Feby. Terus terang
semenjak aku sering mengintip Feby aku sering
masturbasi dengan membayangkan sedang
melakukan hal – hal yang mengasikkan bersama
dengan Feby…duhhhh Febyy!!!!!!Pikiranku selalu
ngeres jika mendengar nama itu disebut ! Ahhh.
Hari itu sepertinya hujan akan turun dengan
lebat, untungnya aku sudah sampai dirumah
terlebih dahulu, mata-ku memandang tidak
tenang , bisa – bisa batal dehh pertunjukan hari
ini, walaupun batal cuma sehari tapi aku merasa
was – was. Hujan mulai turun disertai bunyi petir
bersambutan , aku mendengar suara orang
berlari – lari “Brengsekkk Bambam!!!” Aku
mendengar Feby berteriak memanggil namaku
“Ambilinn handuk cepetttttt….!!!!” Feby
memerintahkan-ku mengambil air , aku menuruti
keinginannya.
Feby tampak cemberut dan seperti biasanya
melempar sepatunya dimana – mana “Huuuuhhh
hujannn brengsekkkk…. Bambam cepeeett!!!
Dasar” Feby dengan kasar merebut handuk yang
kuambilkan. Aku melihat Feby tampak tidak
tenang menunggu hujan berhenti dan ia sering
menengok kebun dibelakang rumah , aku sudah
tahu Feby pasti sudah enggak sabar untuk
mengeluarkan sesuatu dari dalam isi rok SMPnya.
Agak lama juga hujan baru berhenti dan aku
melihat wajah Feby tampak senang melihat hujan
sudah berhenti “Hehh bambang kamu jangan
berani mengganggu-ku, aku mau istirahat
dikebun belakang Ngertiiiii!!! Awass kalau kamu
menggangu”Feby membentakku.
Aku melihat Feby berlalu kekamarnya dan dengan
tergesa gesa aku segera mengambil posisi
mengintai karena hujan lebat maka tanah
ditempatku mengintai menjadi becek dan licin
tentu saja hal ini membuatku semakin berhati –
hati, tidak berapa lama aku melihat Feby , dengan
santai ini duduk dibangku kebun dan
mengeluarkan majalahnya, Aku melihat Feby
mulai bergerak dengan erotis sambil meremas –
remas buah dadanya sendiri.
Aku sudah tidak sabar ingin melihat yang lebih
Syurrr!!!.. tapi entah kenapa kali ini Feby cuma
meremas – remas buah dadanya dengan gerakan
yang erotis, Aku menunggu cukup lama sambil
ngos – ngosan melihat gerakan – gerakan Feby
dan akhirnya setelah lama sekali aku
menunggu….. Aku melihat Feby mulai membuka
kancing bajunya satu persatu dan menyibakkan
Rok Seragam SMPnya keatas… Glek aku menelan
ludah menyaksikan Pemandangan yang selalu
kutunggu – tunggu bila Feby pulang sekolah ,
Uhh…rupanya Feby sudah siap melakukan
sesuatu, Wow…mataku sampai melotot melihat
Feby mulai mengelus – ngelus bagian
kemaluannya yang masih tertutup kain segitiga
berwarna putih dengan lembut disertai erangan
erangan yang benar benar membuatku
terangsang berat , Feby semakin mengangkang
dan tiba – tiba “Pleset… Blukkkk…” Aku terpeleset.
“Aaaawww!!” Feby menjerit karena kaget ia
segera merapikan pakaiannya yang terbuka
disana – sini. “Bambammmmmmm!!!! Brengsekkk
daasarrr anak punguttt!!!”Feby memaki diriku
yang tediam dan “Plakkkkk… Plakkkkkkkkk”Feby
menamparku sehingga aku terjatuh ditanah yang
berlumpur tidak puas sampai disitu Feby
meludahi wajahku “Cuhhhhhhh… dasar monyet
ngak tau diriii…” kemudian Feby dengan kesal
berlalu meninggalkanku.
Perlahan – lahan aku bangkit berdiri dan berjalan
menuju kamar mandi, pakaianku kotor oleh
Lumpur ,dikamar mandi sambil melamun aku
membasuh diriku sampai benar – benar bersih,
aku memikirkan kata – kata Feby yang sangat
menyakiti hatiku , amarahku membara sepanas
lahar gunung berapi, selain itu entah kenapa
kemaluanku semakin panjang dan tegang karena
selalu mengingat pemandangan yang benar-
benar menggairahkan.
Entah apa yang kupikirkan , aku keluar dari kamar
mandi dalam keadaan telanjang bulat dan naik
kelantai dua menuju kamar Feby. Aku melihat
Feby sedang memejamkan matanya sambil
bermalas – malasan diatas ranjang, pintu kamar
Feby terbuka lebar , dengan perlahan aku
mendekati kamar Feby dan dengan hati – hati aku
menutup dan mengunci pintu kamar Feby
“Klikkk”Suara kunci terdengar dengan cukup
jelas, Feby terbangun karena mendengar kunci
“Ahh…..” ia terkejut melihatku berdiri dengan
telanjang bulat namun itu Cuma sesaat
selanjutnya ia marah besar “Hehhh…. Bambamm
kamu ngapainnn… keluarr!!!!!! Dasar kacung
rendahan!” Feby menghampiriku dan hendak
menamparku “Aduh…. Brengsekkkkkk!!!!”Feby
meringis ketika aku menangkis tamparannya
rupanya ia kesakitan.
Aku tersenyum menangkap tangan Feby yang
berusaha menamparku lagi kemudian aku
bertarung dengannya , Feby mencakar – cakar
sampai tubuhku terluka dimana – mana terutama
dibagian pundak dan dadaku namun akhirnya
aku menang karena Feby kini berhasil
kutaklukkan dan kuikat kedua tangannya pada
pinggiran ranjang dengan seutas kain yang
kusobek dari kelambu di kamar Feby.
“Bambam lepasinnnnn…kurang ajar Bambam”
Feby meronta – ronta “Hehhhh dasar tuliii…
denger n

About az09az

kumpulan cerita sex

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s