image

Kumpulan cerita sex
Birahi Terpendam Teh Tita
Di kamar kostnya Abi berbaring sambil
ngelamun. Di luar gerimis yang turun
sejak sore belum juga usai sehingga
menambah dinginnya udara malam, di
kota yang memang berhawa sejuk.
Malam minggu tanpa pacar dan hujan
pula membuat Abi suntuk. Dicobanya
memejamkan matanya membayangkan
sesuatu. Yang muncul adalah seraut
wajah cantik berkerudung. Teh Tita,
ibu kostnya. Teh atau Teteh adalah
sebutan kakak dalam bahasa Sunda.
Dibayangkannya perempuan itu
tersenyum manis sambil membuka
kerudungnya, mengeraikan
rambutnya yang hitam panjang.
Membuka satu persatu kancing
bajunya. Memperlihatkan kulit putih
mulus dan sepasang buah dada
montok yang disangga BH merah
jambu. Dan buah dada itu semakin
menampakkan keindahannya secara
utuh ketika penyangganya telah
dilepaskan. Sepasang bukit kembar
padat berisi dengan puting merah
kecoklatan di dua puncaknya
menggantung indah. Lalu tangannya
membuka kancing celana panjang
yang segera meluncur kebawah.
Tinggallah secarik celana dalam, yang
sewarna BH, membungkus pinggul
montok. Bagaikan penari striptease,
secarik kain kecil itu segera pula
ditanggalkan. Menampakkan
selangkangannya yang membusung
dihiasi bulu-bulu jembut menghitam,
kontras dengan kulitnya yang putih
mulus. Dihadapannya kini berdiri
perempuan telanjang dengan
keindahan bentuk tubuh yang
menaikan nafsu syhawat.
”Blarrrr!” suara guntur membuyarkan
lamunannya.
Abi bangkit berdiri sambil menggaruk
batang kontol di selangkangannya
yang mulai tegang dan keluar dari
kamarnya menuju dapur untuk
membuat teh panas. Setelah membuat
teh kemudian keruang duduk untuk
nimbrung nonton TV bersama
keluarga tempat ia kost. Baru sekitar
satu bulan ia kost di rumah keluarga
Pak Hamdan setelah dia pindah dari
tempat kostnya yang lama. Pak
Hamdan telah beristri dengan anak
satu berumur tujuh tahun.
Ternyata ruang duduk itu sepi, TV nya
juga mati. Mungkin Teh Tita sudah
tidur bersama anaknya karena Pak
Hamdan sedang ke Bandung
menemani ibunya yang akan
dioperasi. Akhirnya Abi duduk sendiri
dan mulai meghidupkan TV. Ternyata
hampir semua saluran TV yang ada
gambarnya kurang bagus. Abi
mencoba semua saluran dan cuma
Indosiar saja yang agak terlihat
gambarnya meski agak berbintik.
Mungkin antenanya kena angin,
pikirnya. Dengan setengah terpaksa
dinikmati sinetron yang entah
judulnya apa, kerena Abi selama ini
tidak pernah tertarik dengan sinetron
Indonesia.
Tiba-tiba Abi mendengar pintu kamar
dibuka. Dan dari kamar keluarlah
perempuan yang biasa dipanggil Teh
Tita. Abi kaget melihat kehadiran
perempuan itu yang tiba-tiba.
“Eh, Teteh belum tidur? Keberisikan
ya?” tanya Abi tergagap
“Ah, tidak apa-apa. Saya belum tidur
kok” jawab perempuan itu dengan
logat Sunda yang kental.
Yang membuat Abi kaget sebenarnya
bukan kedatangan perempuan itu,
tapi penampilannya yang luar dari
kebiasaanya. Sehari-hari Tita, seperti
kebanyakan ibu rumah tangga di kota
ini, selalu berkerudung rapat.
Sehingga hanya wajahnya saja yang
terlihat. Dan itulah yang pada awalnya
membuatnya tertarik kost dirumah ini
ketika bertamu pertama kali dan
bertemu dengan Tita. Dengan
berkerudung justru semakin
menonjolkan kecantikan wajah yang
dimilikinya. Dengan alis matanya yang
tebal terpadu dengan matanya yang
bening indah, hidungnya mancung
bangir dan bibirnya yang merah
merekah. Dengan postur tubuh dibalik
bajunya terlihat tinggi serasi.
Entah mengapa Abi selalu tertarik
dengan perempuan cantik
berkerudung. Pikiran nakalnya adalah
apa yang ada dibalik baju yang
tertutup itu. Dan pada saat itupun
pikiran kotornya sempat melintas
mencoba membayangkan Tita tanpa
busana. Tapi pikiran itu dibuangnya
ketika bertemu dengan suaminya yang
terlihat berwibawa dan berusia agak
lebih tua dari Tita yang masih
dibawah tiga puluh tahun.
Akhirnya jadilah ia kost di paviliun di
samping rumah tersebut dan pikiran
kotornya segera dibuang jauh, karena
ia segan pada Pak Hamdan. Tapi
secara sembunyi ia kadang mencuri
pandang memperhatikan kecantikan
Tita dibalik kerudungnya dan kadang
sambil membayangkan ketelanjangan
perempuan itu dibalik bajunya yang
tertutup, seperti tadi.
Tapi malam ini Tita berpenampilan
lain, tanpa kerudung! Rambutnya
yang tak pernah terlihat, dibiarkan
terurai. Demikian juga dengan
bajunya, Tita memakai daster diatas
lutut yang sekilas cukup menerawang
dan hanya dilapisi oleh kimono
panjang yang tidak dikancing.
Sehingga dimata Abi, Tita seperti
bidadari yang turun dari khayangan.
Cantik dan mempesona. Mungkin
begitulah pakaiannya kalau tidur.
“Gambar tivinya jelek ya?” tanya Tita
mengagetkan Abi.
“Eh, iya. Antenenya kali” jawab Abi
sambil menunduk.
Abi semakin berdebar ketika
perempuan itu duduk disebelahnya
sambil meraih remote control.
Tercium bau harum dari tubuhnya
membuat hidung Abi kembang
kempis. Lutut dan sebagian pahanya
yang putih terlihat jelas menyembul
dari balik dasternya. Abi menelan
ludah.
” Semuanya jelek, ” kata Tita ” Nonton
VCD saja ya?”
“Terserah Teteh” kata Abi masih
berdebar menghadapi situasi itu.
“Tapi adanya film unyil, nggak apa?”
kata Tita sambil tersenyum menggoda.
Abi faham maksud Tita tapi tidak yakin
film yang dimaksud adalah film porno.
“Ya terserah Teteh saja” jawab Abi.
Tita kemudian bangkit dan menuju
kamar anaknya. Abi semakin berdebar,
dirapikan kain sarungnya dan disadari
dibalik sarung itu ia cuma pakai
celana dalam. Diteguknya air digelas.
Agak lama Tita keluar dari kamar
dengan membawa kantung plastik
hitam.
“Mau nonton yang mana?” tanyanya
menyodorkan beberapa keping VCD
sambil duduk kembali di samping Abi.
Abi menerimanya dan benar
dugaannya itu VCD porno.
“Eh, ah yang mana sajalah” kata Abi
belum bisa menenangkan diri dan
menyerahkan kembali VCD-VCD itu.
“Yang ini saja, ada ceritanya” kata Tita
mengambil salah satu dan menuju
alat pemutar dekat TV. Abi mencoba
menenangkan diri.
“Memang Teteh suka nonton ya?”
tanya Abi memancing
“Ya kadang-kadang, kalau lagi suntuk”
jawab Tita sambil tertawa kecil
“Bapak juga?” tanya Abi lagi
“Nggalah, marah dia kalau tahu” kata
Tita kembali duduk setelah memencet
tombol player.
Memang selama ini Tita menonton
film-film itu secara sembunyi-
sembunyi dari suaminya yang keras
dalam urusan moral.
“Bapak kan orangnya kolot” lanjut Tita
“dalam berhubungan suami-istri juga
ngga ada variasinya. Bosen!”
Abi tertegun mendengar pengakuan
Tita tentang hal yang sangat rahasia
itu. Abi mulai faham rupanya
perempuan ini kesepian dan bosan
dengan perlakuan suaminya di tempat
tidur. Dan mulai bisa menangkap
maksud perempuan ini mengajaknya
nonton film porno. Dalam hati ia
bersorak girang tapi juga takut,
berselingkuh dengan istri orang
belum pernah dilakukannya.
Film sudah mulai, sepasang
perempuan dan lelaki terlihat
mengobrol mesra. Tapi Abi tidak
terlalu memperhatikan. Matanya justru
melirik perempuan di sebelahnya.Tita
duduk sambil mengangkat satu
kakinya ke atas kursi dengan
tangannya ditumpangkan di lututnya
yang terlipat, sehingga pahanya yang
mulus makin terbuka lebar. Abi sudah
tidak ragu lagi.
“Teteh kesepian ya?” tanya Abi sambil
menatap perempuan itu
Tita balik menatap Abi dengan
pandangan berbinar dan
mengangguk perlahan.
“Kamu mau tolong saya?” tanya Tita
sambil memegang tangan Abi.
“Bagaimana dengan Bapak ?” tanya
Abi ragu-ragu tapi tahu maksud
perempuan ini.
“Jangan sampai Bapak tahu” kata Tita
“Itu bisa diatur” lanjut Tita sambil
mulai merapatkan tubuhnya.
Abi tak mau lagi berpikir, segera
direngkuhnya tubuh perempuan itu.
Wajah mereka kini saling berhadapan,
terlihat kerinduan dan hasrat yang
bergelora di mata Tita. Dan bibirnya
yang merah merekah basah
mengundang untuk dikecup. Tanpa
menunggu lagi bibir Abi segera
melumat bibir yang sudah merekah
pasrah itu. Abi semakin yakin bahwa
perempuan ini haus akan sentuhan
lelaki ketika dirasakan ciumannya
dibalas dengan penuh nafsu oleh Tita.
Bahkan terkesan perempuan itu lebih
berinisiatif dan agresif. Tangan Tita
memegang belakang kepala Abi
menekannya agar ciuman mereka itu
semakin lekat melumat. Abi
mengimbangi ciuman itu dengan
penuh gairah sambil mencoba
merangsang perempuan itu lebih
jauh, tangannya mulai merabai tubuh
hangat Tita.
Dirabanya paha mulus yang sedari
tadi menarik perhatiannya, diusapnya
perlahan mulai dari lutut yang halus
lembut terus keatas menyusup kebalik
dasternya. Tita bergetar ketika jemari
Abi menyentuh semakin dekat daerah
pangkal pahanya. Tangan Abi
memang mulai merambah seputar
selangkangan perempuan itu yang
masih terbungkus celana dalam.
Dengan ujung jarinya diusap-usap
selangkangan itu yang makin terbuka
karena Tita telah merenggangkan
kedua pahanya.
Dan rupanya Tita telah semakin larut
hasratnya dan ingin merasakan
rabaan yang langsung pada
selangkangannya. Dengan sigap tanpa
malu-malu ditariknya celana dalam itu,
dibantu oleh Abi dengan senang hati,
sehingga terbuka poloslah lembah
yang menyimpan lubang kenikmatan
itu.
Segera saja tangan Abi merambahi
kembali lembah hangat milik Tita yang
telah terbuka itu. Dirasakannya bulu-
bulu jembut yang lebat dan keriting
melingkupi lembah sempit itu. Je

About az09az

kumpulan cerita sex

One response »

  1. andiklmg mengatakan:

    saya suka dg cerita2 ini membuat nafsu sex ku meningkat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s